Friday, August 17, 2018

Tentang senja darimu





Aku sedang ingin menulis tentang mu, tentang senja yang pernah kau beri untuk ku. Tentang bagaimana caranya senja datang, hingga senja yang pelan-pelan menghilang.

Pada senja ku ungkapkan semua yang ku rasa, tentang mu tentunya. Sudah ku hapus semua kenangan yang ada, namun tetap saja tak bisa. Pun saat mata senja berlinang jingga, aku hanya terlalu bahagia mengenang luka, seperti pergi yang lupa jalan pulangnya.

Entah apa salahku sampai kamu dengan polosnya pergi berlalu. Kamu memang baik-baik saja, tapi bagaimana denganku? bagaimana dengan hatiku? Semuanya hancur bersama dengan perasaanku yang telah hadir saat itu.

Tak bisakah kita mendekat untuk sekedar saling menatap? tak bisakah kita riuh  membicarakan senja sekedar untuk melebur luka? menertawakan keadaan lalu berharap ini hanya sandiwara.

Aku mungkin lupa, berapa kali kita menghabiskan senja bersama. Tapi, aku tak pernah lupa dengan senja kala itu, senja di mana kamu pergi tanpa kembali sama seperti senja terakhir yang kita nikmati bersama.

Kali ini aku benar-benar menulis tentang mu, tentang senja yang pernah kita ukir berdua, kita tanam bersama, dan kita lalui tanpa suara. Walau kini kita tak lagi saling menyapa, hanya saling mendoakan dalam rindu dan kenangan.